Takut Alzheimer

Haaaiii! Ini blogku, NASTAR COOKIES!! (bener gak sih Bahasa Inggrisnya?)
Mungkin ini bukanlah blog yang pertama, tapi blog ini sudah cukup lama, dimana dulu postingannya berupa......dan sudah dihapus kok 
postingan lamanya . Tapi disinilah aku mungkin akan menceritakan sebagian dari yang bisa kuceritakan.Mencoba untuk melihat lebih jauh, aku mendapatkan sebuah pertanyaan yang mewakilkan hati kalian yang membacanya (ada yang baca gak ya? :\)

Apa tujuanku membuat blog ini, atau mungkin membuka blog ini....lagi?

Sejujurnya, menulis bukan hobiku.Lalu apa? Aku juga tidak tahu. Emosiku cenderung berubah-ubah dari waktu ke waktu, begitu juga dengan hobiku. Tapi hal yang paling sering ku lakukan adalah main Handphone (apa itu bisa disebut hobi?) jadi kemungkinan, itulah hobiku xD


Lalu apa tujuannya?
Aku bukanlah ecinta karya sastra. Aku juga tidak tertarik untuk membaca novel, aku lebih memilih melihat sampul, membuka halaman pertama, melompat ke halaman pertengahan, langsung ke epilog.

Aku bisa tidur sambil menutup wajahku dengan novel ketika mencoba untuk membacanya. Pun, aku bukan penggemar dari penulis-penulis terkenal. Aku bahkan tidak tahu menahu mengenai siapa penulis terbaik abad ini.

Lalu apa dong tujuannya?
Bermula dari rasa penasaran yang memberiku hidayah untuk segera membuka sebuah buku karya Dian Purnomo dan DY Suharya, “Ketika Ibu Melupakanku” yang ku dapat gratis (asyyyiiikkk!!) setelah menjadi penonton dalam acara Kick Andy Show dalam rangka studi ekskursi Agustus lalu.

Bersama Andy F. Noya

Bukan, ini bukanlah cerita tentang seorang ibu yang menikah lagi dan pergi meninggalkan suami dan anaknya. Awalnya pun aku berpikir begitu. Namun, novel ini mengisahkan tentang seorang anak yang ibunya mengidap enyakit Alzheimer, kamu tahu apa itu Alzheimer? Kalau nggak tahu, itu jadi tugas kamu ya! Cari! Besok kumpul di meja saya!! :D
Nah, jadi si ibu mengidap penyakit ini hingga ia lupa pada segalanya. Termasuk dalam hal ada berapa banyak anaknya, siapa saja nama anak-anaknya, kenangan manis maupun pahit yang pernah ia rasakan, dsb.

Dari buku tersebut aku menangkap bahwa penyakit Alzheimer ini benar-benar kejam. Perlahan tapi pasti, melumpuhkan ingatan seseorang tanpa tanggung. Bahkan hampir seluruh ingatan akan hilang. Termasuk ingatan mengenai dirinya sendiri maupun kesehariannya, seperti lupa pada waktu, pagi atau malam, bahkan untuk penderita yang sudah sangat parah dan memasuki stadium yang tinggi akan lupa pada rasa. Penderita akan lupa ada rasa sakit, rasa lapar, rasa ingin BAB, BAK, sehingga mereka pun tanpa sadar telah membuang “hajat”nya  tanpa merasa ingin membuangnya terlebih dahulu. Masih banyak hal lainnya yang diderita oleh penderita Alzheimer ini.
Kejam, bukan? Bagaimana dulu kamu memiliki kenangan-kenangan indah bersama keluarga, sahabat, orang terkasih, akan lenyap begitu saja tanpa jejak seperti angin yang menghapus debu.

Bayangkan bagaimana jika mau tak mau kamu harus kehilangan rasa, nikmatnya rasa susu vanila hangat di pagi hari, nasi goreng rendang buatan mamak (yang jadi favoritku), karena Alzheimer ini mematikan indera perasa.

Itulah tujuan awalku. Agar kelak, ketika –mungkin- aku terkena Alzheimer, aku mampu membuka kembali blog ini dan mengumpulkan sedikit ingatan-ingatan tersebut. Atau paling minimal, keluarga dan sahabatku dapat membaca apa yang selama ini aku sampaikan. Dan paling minimal, dapat menjadi kenangan jika kelak aku sudah dewasa dan bekerja. Dikala aku sibuk dan penat dalam menata kehidupan yang kian membuatku stress sendiri, aku dapat menghibur diri dengan membaca apa yang setidaknya pernah aku rasakan (ceileeeh, tujuannya lebay yak! -___-)

Selain menulis tentang diri sendiri, aku juga akan membagikan ilmu yang aku dapat (walaupun ilmu itu sedikit). Yang InsyaAllah dapat bermanfaat untuk pembaca.
Maka, tepat hari ini, blog ini telah dibuka kembali!!!! (prokprokprok ^O^)//)

Komentar