Nikah Muda

Nikah muda. Dua kata yang cukup menjelaskan makna dibaliknya. Maksudnya disini adalah nikah di usia muda. Usia muda itu yang seperti apa? Kita misalkan saja nikah muda itu di sekitaran umur 17-22 tahun.

Akhir-akhir ini sepertinya nikah muda sudah jadi tren di kalangan remaja masa kini :D Ditambah lagi dengan berita tentang pernikahan putra dari Ustad Arifin Ilham yang menikah di usia 17 tahun dengan seorang gadis yang berusia 20 tahun. Sejak pernikahan mereka, banyak akun-akun di sosmed yang sepertinya mengajak dan mengompori untuk menikah muda. Misalnya dengan postingan gini: "Anak umur 17 tahun aja udah nikah, masa kamu belum?"

Oke, pertama yang mesti direnungi adalah:
1. Kamu udah siap lahir dan bathin?
Nah, buat kamu yang mau nikah muda, coba lihat ke dirimu lagi. Kamu udah siap lahir dan bathinkah untuk membina rumah tangga? Ibarat jalanan, dalam pernikahan nggak ada yang mulus terus, pasti ada batu kerikil yang ngebuat kita sedikit terguncang. Atau bahkan bebatuan besar yang kadang tertabrak hingga membuat kita terperanjat seketika. Coba kamu pikirkan, setelah nikah nanti apa kamu sudah siap menerima segala persoalan hidup dengan pasanganmu?  Termasuk dalam memahami sikap dan sifat yang-mungkin- masih labil di usia muda. Kalau begitu, mari benahi diri mulai dari sekarang. Dengan belajar bersikap dewasa untuk ke depannya.
Atau misalnya persoalan masak memasak untuk yang wanita. Kamu udah siap bangun jam 3 pagi masakin sahur buat suami kamu? Kalau untuk sahur aja masih dibanguni dan dimasakin orangtua, lebih baik latihan dulu deh. Nah untuk pria, kamu sudah siap bertanggung jawabkah menjadi imam keluarga? Kalau kamu masih milih game ketimbang tugas sekolah atau kuliah, mending dipikirin dulu deh untuk nikah muda itu.

2. Kamu udah siap secara finansial belum buat melamar calonmu? Atau bahkan untuk menafkahi anak istrimu nanti.
Menikah pasti butuh modal. Bukan hanya niat saja, tapi harus dimantapkan juga finansialnya. Kamu yang saat ini mau nikah muda-buat lelaki, sudah mantapkah keuangan kamu? Sudah ada penghasilankah untuk menafkahi anak istrimu nanti? Kan nggak mungkin kamu nafkahi anak istrimu dengan uang orang tua. Kalau sudah mantap, silahkan bicarakan dengan orang tua tentang niat baikmu ini. Kalau belum, mending kamu pikirkan lagi, cari pekerjaan atau minimal punya penghasilan. Kalau kamu punya penghasilan, orang tua calonmu juga pasti bakal percaya ngelepas anaknya ke kamu.

3. Kamu udah dapat restu dari orang tua belum?
Kalau kamu udah mantap secara lahir dan bathin, lalu kamu sudah mantap secara finansial, kamu harus ngebicarain niatmu ini ke orang tua kamu. Karena kalau orang tua nggak restui pernikahanmu, bisa berabe. Mending kamu omongin dulu ke orangtua dan keluarga. Mereka uda siap atau belum kalau anaknya ini menikah di usia muda?

4. Kamu uda punya calon belum? :p
Kamu yang uda ngebeeeet mau nikah muda, ujug-ujug mengatakan niatmu dengan penuh semangat, restu orangtua sudah di tangan dan segala persiapan sudah matang, eeeh ternyata calon aja nggak punya. Hihihi. Nah, kalau untuk ini kamu cari dulu dong calon pasanganmu-dengan cara yang baik pastinya. Misalnya cara taaruf dengan orang yang sama-sama sudah siap menikah. Siap untuk menikah di usia muda, sepertimu. Pilihlah orang yang tepat. Satu visi dan misi denganmu. Orang yang kelak dapat menerima dirimu, lebih dan kurangnya kamu, dia selalu ada di sampingmu. Bukan hanya di saat terbaik saja, namun juga saat terpuruk. Dia yang selalu membimbingmu untuk berubah menjadi lebih baik dan melengkapi setiap kekuranganmu. Memaafkan setiap kesalahanmu dan mau membersamai di saat duka maupun suka.

Nikah muda memang bukan keputusan yang mudah. Tetapi asalkan niatnya baik dan persiapannya juga matang, nggak ada yang salah dengan hal itu. Yang terpenting adalah persiapkan segalanya. Sebab menikah bukan hanya 1 atau 2 hari, 2 atau 3 tahun saja tapi selamanya dan kalau bisa bukan hanya jodoh di dunia tapi juga bisa bersama-sama sampai di Jannah (Surga) Allah :')

Jangan di-judge deh orang yang mau nikah muda. Jangan di-judge juga orang yang mau menikah di saat yang tepat. Sebab setiap orang punya kehidupannya masing-masing. Punya masalah, batasan, serta keinginannya sendiri.

Mari persiapkan diri dengan sebaik-baik persiapan. Ikhtiarkan diri dengan ikhtiar terbaik. Sebab menikah muda maupun tidak, kedua-duanya baik. Kedua-duanya ibadah.

Dari Mila, yang memilih untuk menikah jika sudah tiba waktunya (jadi tak usah tanya lagi "kapan nikah, Mil?" -___-)

Sekian,
dan terima kasih :)

Komentar

  1. kapan nikah mil? jomblo mulu statusnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika sudah tiba waktunya om :D tunggu aja tanggal mainnya haha

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    3. oh iya tante, tak tunggu tanggal mainnya. berarti apakah nikah itu sama dengan main main ya tante?

      Hapus
    4. Bukanlah om. Maksudnya itu tunggu aja kapan tiba waktunya. Kalau nikah cuma main2 berarti menganggap itu semua kayak pacaran. Mending gausah nikah dulu, daripada nikahnya main2.

      Hapus
    5. Oooh..
      Kapan yaaa kira kira?

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer