The Untold Story of Pengangguran

Pengangguran bertitle, atau bahasa kerennya unemployed with title (kita singkat jadi UWT) ini adalah orang-orang lulusan bertitle sarjana maupun diploma yang baru lulus. Tragisnya hingga sekarang belum bekerja juga (sadis juga ya kata-katanya -_-)

Biasanya ada beberapa fase ya yang dijalani unemployed with title:
1. Fase Baru Lulus
Fase ini berlangsung 1-2 minggu setelah wisuda dimana UWT masih merasa berbunga-bunga dan bahagia karena telah meninggalkan bangku kuliah dan segala hiruk pikuk sidang, tugas akhir, maupun skripsinya. Nah jadi di fase ini, para UWT belum bisa move on gitu sama perasaan bahagia plus leganya. Tiap hari ada aja yang ngucapin "wah uda wisuda ya? Selamat yaaa", bahkan ada aja yang masih ngasih kado wisuda entah itu berupa bunga, traktiran, kue, dsb. Iya, di fase ini UWT seakan-akan jadi artislah! Saking bahagianya, mereka sampai lupa tu pada fase selanjutnya.

2. Fase Mencari Kerja
Pada fase ini, UWT mulai sibuk-sibuknya mencari kerja. Setiap hari sosmed dibuka buat ngecek akun-akun lowongan kerja, google juga dicek setiap hari. Berharap ada website yang buka lowongan kerja. Selain sibuk, mereka juga bersemangat sekali, dimana ada lowongan kerja, disitu ada mereka. Mereka rela tu ngantar lamaran kemana aja. Baik lewat pos, email, maupun ngantar langsung. Mau jauh-dekat, hujan badai, panas terik matahari melanda si UWT akan tetap berusaha. Semua lowongan dicoba seakan-akan semangat hidup mereka itu sudah mencapai batas akhir! Iya kalau di game udah sampai level expert. Nah, fase ini berlangsung selama 3-4 minggu setelah lulus.

3. Fase Menunggu
Pada fase ini, UWT yang telah mencoba dan melempar lowongan kemana-mana akhirnya menunggu panggilan tes dan interview (wawancara). Ada aja kegiatan UWT ini, setiap bangun pagi ngecek email, abis makan ngecek email, sebelum tidur cek email lagi. Tak lupa pula HP selalu dibawa kemana-mana, berharap ada panggilan masuk dari kantor yang dilamar. Syukur-syukur ada yang nelfon ya, ini dari puluhan loker yang dicoba tidak ada satupun perusahaan yang nelfon (sabar ya UWT). Pada fase menunggu ini pun, ada pula UWT yang masih terus bersemangat ngelempar lowongan kemana-mana namun ada pula yang hanya menunggu di rumah -mau nunggu sampai kapan?- #nunggusampaiAhokjaditersangka #nunggulamaran #nunggudilamar #eh?

4. Fase Bosan, Jenuh, Lelah Adek Bang
Inilah fase yang paling menyebalkan. HAHAHAH (ketawa jahat).
Saat ketiga fase telah terlewati dan belum mendapat panggilan kerja juga, fase inilah fase yang paling menyakitkan. Fase ini terjadi sekitar 1-2 bulan dan seterusnya setelah lulus. Bagian paling menyakitkannya adalah ketika ada yang bertanya, "kerja dimana sekarang?" Atau yang lebih menyakitkan,"kerjalah kau sana! Jangan jadi beban negaralah" :v
Pada fase ini UWT yang mulai merasa menjadi beban bagi keluarga, nusa, bangsa, negara karena belum bisa mengemban tugas dari titlenya itu pun mulai segan minta uang ke orangtua dan akhirnya hanya berdiam diri di rumah. Iya. Serius. Mau kemana-mana juga malas deh mereka. Buat UWT yang merantau juga sepertinya uang bulanannya dikurangi bahkan ada yang memilih pulang kampung saja. Hufttt. Saking lelahnya, UWT biasanya sampai putus asa hingga pengen menikah saja -_- (saye mah dari nyusun tugas akhir kemaren pengennya nikah aja)

Buat UWT semua, saran saye biar gak terlalu terbawa-bawa rasa putus asa dan ingin menikah saja, lakukanlah kegiatan lain biar nggak bosan di rumah (sambil ngelamar dan nunggu panggilan), misalnya jadi relawan, jualan, bantu orang tua beberes rumah, atau berlatih jadi ibu rumah tangga untuk UWT yang wanita (ehem!)

Eh ini serius loh!

Iya. Kita yang kemarin-kemarin sibuk belajar dan cuma punya sedikit waktu buat berbakti ke orang tua, inilah saatnya. Buat UWT yang wanita sudah bisa mulai mengasah skill memasaknya. Kapan lagi kan kita belajar memasak kalau bukan sekarang? Itung-itung membekali dirilah, tau-tau sibuk ngelamar eh tiba-tiba dilamar :v

Nah kalau buat UWT yang pria, sudah bisa juga sepertinya melatih diri untuk kegiatan-kegiatan bermanfaat. Misalnya ngebongkar motor terus dipasang lagi, ngerusakin TV terus diperbaiki lagi hehe.

Buat para UWT diluar sana (termasuk buat saya juga), sing tabah yooo. Semua itu butuh proses. Yakin dan percaya saja pada kehendakNya. Setiap orang punya jalannya masing-masing, ada pekerjaan yang datang secepat kilat, ada yang secepat keong. Kenalan saye lulus beberapa tahun lalu dan dia mengaku sudah ngelempar lamaran sampai seratus dan dilamaran ke seratuslah baru dia diterima. Ada juga kenalan lain, yang lulus tahun 2006 dan baru bekerja 10 tahun kemudian (di tahun 2016). Ada juga yang sudah lelah ngelamar kemana-mana, akhirnya memutuskan buat nikah eh 2 hari sebelum nikah baru diterima kerja, itu pun wawancaranya paka baju koko, sendal gunung, dan wajah kumel #jangansalahfokus!

Tapi sebagai UWT dan jomblo mulia (apaanseh) mari ambil hikmahnya banyak-banyak. Mungkin Allah mau kita lebih bertawakkal dengan ikhtiar dan doa yang lebih mantap, sekaligus berbakti kepada orang tua dulu sebelum dibawa orang. #eh? #salafokusniyeee #kamusemangatya! #iyakamu

-semoga selalu bahagia-

-Mila-

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer