Tiba-Tiba Kamu Cantik
Sumber: tumblr choqi-isyraqi
Dan di pertemuan pertama itu, aku melihat dirimu dari kejauhan. Berjalan menggunakan pakaian coklat yang menutup dari atas hingga ke bawah. Tidak ada yang nampak, hanya wajah mu yang saat ini sedang kupandang.
“biasa saja” gumamku
Kita saling menjalan mendekat. Kau dengan temanmu, aku juga dengan temanku. Kulihat dari kedekatan.
“masih biasa saja” dalam hatiku.
Kuajak bersalaman, dia tiba2 memegang kedua tangannya di depan dadanya,
mempertemukan tangan kanan dan kirinya,
dengan tubuh agak membungkuk, dan dia membalas salam ku dengan senyum dengan jarak.
Tak bersentuhan.
Tak banyak bicara, hanya senyum-senyum kecil di sela candaan antara aku dan teman- temanku.
Tawanya tidak melebih batas, hanya senyum ringan.
Sejuk.
Adzan tiba, dia menyenggol bahu teman perempuanku dengan tangannya. “yuk solat dulu” ujarnya. Obrolan terhenti, mereka izin terlebih dahulu meninggalkan obrolan.
Nampak dia adalah wanita baik-baik yang sangat menghargai ajaran agama para pendahulunya. Justru aku, pria yang tidak baik, melihat hanya dari fisiknya, padahal aku juga masih jauh dari kata sempurna.
Dalam jalan, dia menjauh.
“kenapa? Kenapa kamu tiba-tiba cantik?
Mungkin itulah kecantikan sesungguhnya” sambil ku pandang penuh harap.
—
TIBA-TIBA KAMU CANTIK
Bandung, 20 September 2016


Komentar
Posting Komentar