Nasib ZOMBLO
Jomblo.
Jomblo itu apa?
Jomblo itu sendiri, maknanya belum bersuami atau beristri. Ya, istilah yang lebih sederhananya adalah belum menikah.
Dulu kala, keberadaan jomblo dianggap biasa aja malah terkadang dianggap nggak masalah. Tapi entah sejak kapan, status sebagai jomblo rasanya terlalu dibesar-besarkan sekarang ini. Di saat ada satu orang yang masih belum menikah, langsung deh jadi masalah. Paling minimal itu ya dibully, bukan hanya di dunia nyata tapi juga di dunia maya. Rasa-rasanya status sebagai jomblo itu saat ini semacam perlombaan, siapa yang paling cepat meninggalkan kejombloannya dialah yang menang.
Berstatus jomblo agaknya menjadi sesuatu yang sedikit menyebalkan karena jomblo kerap menjadi korban bullyan. Ini adalah beberapa hal yang mungkin dirasakan oleh semua jomblo, di antaranya:
1. Kondangan
Semua jomblo pasti merasakan ini, saat dirimu aktif menghadiri kondangan teman maupun kerabat, hal pertama yang jadi bahan bullyan adalah kejombloanmu. Sudah bisa dipastikan, dirimu akan diejek,"undangan terus, ngundangnya kapan?" And it feel so annoying bruh!
2. Dicomblangi
Nah ini yang paling sering terjadi. Baik di kantor, di rumah, di acara keluarga, di tempat ngaji, di jalanan, kamu pasti akan selalu dijadikan target oleh para mak comblang. Misalnya di kantor ada beberapa orang jomblowan dan jomblowati, mereka akan selalu dijodoh-jodohkan dengan segala cara yang terkadang mengundang tawa karena ujung-ujungnya dibully juga. Selain itu, kamu akan selalu menjadi target "untuk dijodohkan" saat acara keluarga.
3. Rentan baper
Entah apa yang terjadi dengan para jomblo di abad ini. Ngeliat ada suami istri suap-suapan di depan mata langsung baper, ngeliat anak kecil digendong ibunya langsung baper, ngeliat postingan tentang menikah di medsos si jomblo langsung merasa bahwa dirinya orang paling sedih sedunia. Padahal sebenernya nggak ada yang harus dibaperin. Dasar si jomblo aja yang terlalu lebay, hihi.
4. Ditanyai "kapan nikah?"
Ini paling sering terjadi saat acara keluarga, apalagi saat lebaran. Saat semua keluarga berkumpul, saat itu pulalah seribu pertanyaan menghujammu tentang "kapan nikah?" Atau "kenapa belum nikah?" Atau "kapan lagi mau nikah? Dah pas lah itu"
Pertanyaan yang mungkin belum semestinya untuk ditanyakan. Pertanyaan yang belum pas momentnya untuk ditanyakan pula (apalagi untuk yang baru berumur 21 sepertiku :v) pertanyaan-pertanyaan itu, sungguh mengganggu.
Zaman sekarang, jomblo itu bukan sesuatu yang dianggap lumrah. Justru sebaliknya, jomblo dianggap aib oleh sebagian besar orang :v sehingga mereka berlomba-lomba untuk segera mencari pasangan dan segera menikah. Memang sih bener, menikah itu satu-satunya cara buat menjaga diri apalagi di kondisi seperti sekarang ini. Fitnah dimana-mana. Kalau sudah menikah lebih terjaga kan ya, kemana-mana berdua ada yang jagain, ada yang suapin makan, ada yang masakin, ada yang ucapin "selamat pagi", ada yang rela kamu repotin tiap hari, senyum dikit aja ke pasangan dan dia senang udah bernilai pahala. Duh! Kumat jomblonya hahaha :'D
Tapi jangan jadikan itu satu-satunya alasan untuk melepas kejombloan, masa iya karena gak ada yang ngucapin "selamat pagi"? Jangan terburu-buru karena terbawa suasana. Jangan jadikan menikah sebagai ajang "pengen-pengenan", tapi jadikan sebagai sesuatu yang sakral.
Karena kamu bukan hanya menghabiskan waktu 1-2 hari, 2-3 tahun, 10-20 tahun saja dengan pasangan halalmu nanti. Tapi juga selamanya, dengan orang yang sama. Maka pikirkan baik-baiklah. Mantapkan hati luruskan niat semata-mata menikah hanya untuk menggapai ridhoNya (bukan karena unsur lain).
Namun jika menang benar telah siap bangeeeeeet menikah tapi jodohnya nggak datang-datang juga, maka cara lainnya adalah menahan.
Menahan diri dari nafsu dunia,
Menahan diri dari ketergesa-gesaan,
Kalau sudah pantas dan siap,
Kalau sudah tiba waktunya, maka menikahlah.
Dengan orang yang dengannya kamu bisa jadi dirimu,
Dengannya kamu nyaman dan tenang.
Namun yang paling penting adalah dengan dia...
surga terasa lebih dekat (no baper mblo!)


Siapa itu mil? :D
BalasHapusAduh siapa yaaaa
Hapuskenapa dihapusin semua komentarnya? :D
BalasHapusKarena komentarmu mengandung aib untuk dirimu sendiri jg org yg bersangkutan.
Hapusndakpapa mil. mau ditutup tutupi namaya bangkai kecium juga baunya. sebaliknya pun seperti itu kalau ternyata itu sebuah bunga yang harum.
BalasHapuskalau kata ustad itu katakanlah kebenaran sekalipun itu meyakitkan daripada menyembunyikan sebuah kebenaran yang akan menimbulkan penyakit baru. :D
tapi memang kalau nasehati itu lebih baik japri aja. hmm yowislah, lupakan saja.
HapusTapi menutup aib itu lebih penting.
HapusAib kok diumbar umbar. Bangga punya aib apa?
menolak untuk lupa :D
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusJadi kapan nikah?
BalasHapusKalau gak besok, lusa
Hapus