Mesjid di Tengah Kota
Di senja itu, dalam langit warna orens kelabu, dalam
perjalanan pulang tiba-tiba adzan nyaring menggema. Di tengah jalan berbatu
penuh debu, kami mencari-cari mesjid terdekat. Kami dapati sebuah tanah lapang
berumput, di pinggir jalanan lebar berdebu tadi, luas sekali. Sungguh surau
yang kecil nan sederhana. Di tengah tanah lapang nan gelap, di tengah huru hara
kendaraan lalu lalang, dikelilingi rumput hijau dan lalang setinggi dengkul.
Pemandangan yang jarang sekali terlihat.
Disana kami berhenti. Mematikan mesin motor dan bergantian
berwudhu.
Ketika sampai, ternyata imam sudah sampai pada bacaan doa selesai
adzan. Cepat-cepat aku masuk ke kamar mandi, berwudhu. Sederhana sekali, kamar
mandi masih bersumur dan tergantung baju koko warna putih, ada juga beberapa
peralatan mandi dan rendaman pakaian disana. “pasti punya pengurus mesjidnya”
pikirku. Saat itu yang ada di pikiranku adalah ada orang yang tinggal dan
mengurusi mesjid sederhana ini. Selesai berwudhu langsung aku bergegas lari
mengambil mukenah. Kuperhatikan sekeliling. Mesjid itu sangat biasa, sederhana.
Kain hijab pembatas antara pria dan wanita juga sekedarnya saja yang kalau
berdiri kita bisa melihat ke barisan jamaah pria di depan sana. Langit-langit
putih tak berhias-hias. Hanya atap biasa seadanya.
Anehnya, setelah di dalam mesjid rasanya berbeda. Meski tak
ber-AC, tapi rasanya dingin sekali. Sejuk. Meski tak secantik dan seindah
ornamen mesjid-mesjid lainnya, tapi rasanya sungguh tenang. Sangat tenang.
Pembacaan surah Al-Mulk pada rakaat pertama dan kedua seolah menambah syahdu
suasana malam itu. Tenang sekali rasanya. Khusyuk sekali. Rasanya ingin
berlama-lama.
Selesai sholat, di teras mesjid aku duduk bersila. Tanpa
bicara tanpa kata, melihat sekeliling mesjid. Ternyata tidak jauh dari sana ada
pembangunan perumahan mewah. Suara jangkrik terdengar merdu, malam semakin
malam. Gelap semakin pekat. Di seberang nampak lampu kendaraan makin ramai di
jalan raya namun suaranya tak terdengar tertimpa suara jangkrik bersahutan.
Tenang sekali disini. Sederhana sekali tempat ini. Hilanglah
penat dalam sehari.
Sungguh luar biasa kesederhanaan itu.
-di Mesjid yang tidak tahu apa namanya, Jl. Pancing dekat
Unimed, di tengah tanah lapang, di tengah kesederhanaan-

Komentar
Posting Komentar