Kebahagiaan yang Menyedihkan
Aku bahagia, bahagia setiap berkumpul dan tertawa bersama. Bahagia saat kita berempat bersama. Aku suka saat kita ngobrol, ketawa, becanda. Sebab itu buatku lupa. Lupa pada keterbatasan kita. Lupa pada perbedaan kita. Bukan bicara tentang perbedaan karakter, sikap dan sifat. Namun perbedaan aqidah, pemahaman dan kesadaran.
Andaikan kita berempat sama-sama taat. Pembicaraan kita tentang akhirat. Dan kita membaca satu kitab.
Andaikan kita satu aqidah. Pemahaman dan cara pandang kita sama.
Andaikan kita menyebut Tuhan yang sama, Allah SWT semata.
Bahagia ini buatku sedih. Tatkala kita tak dapat saling mengingatkan sholat, saling menyeru untuk menutup aurat.
Bahagia ini buatku sedih. Tatkala melihat kalian sungguh orang-orang baik, perhatian, dan jauh dari kata jahat.
Bahagiaku buatku sengsara. Buatku sengsara, jika ternyata kalian hanya sahabat di dunia, namun aku ingin kalian jadi sahabatku di akhirat.
Tapi aku tau ini susah. Kita bertiga berbeda. Hanya aku dan dia yg satu aqidah.
Aku harus bagaimana? :'(


shohabat atau sahabat itu yang se aqidah / se iman sehingga visi dan misi hidup sama. sekarang aja kelihatannya baik baik saja tp saya jamin kalian akan konflik dikemudian hari
BalasHapusGatau lah om. Jadi sedih saya
Hapusshohabat atau sahabat itu yang se aqidah / se iman sehingga visi dan misi hidup sama. sekarang aja kelihatannya baik baik saja tp saya jamin kalian akan konflik dikemudian hari
BalasHapus