♥
Gadis-gadis berbincang bercanda, tertawa ceria terdengar sampai ke meja sebelah. Dari suara tawanya, sepertinya telah lama tak jumpa. Dari suara tawanya, sepertinya satu diantaranya tengah dilanda luka. Luka lama yang sempat bersembunyi, luka lama yang sedang diobati. Dia coba berkata, ada kata yang ingin dia bagi (lagi). Ada luka yang ingin dia obati, ada beban yang tak ingin dia ratapi. Tapi apalah daya, nestapa tinggal nestapa. Berapa kali pun dibagi tetap tak bisa beri ketenangan hati.
Biarlah.
Biarlah ditelan sendiri.
Berlama-lama mereka cerita, kehangatan menggantung sampai ke sudut jendela. Menerka-nerka maksud tawa, terdengar bahwa mereka bahagia.
Kebahagiaan itu, ia dapati dari hal-hal kecil seperti ini. Di tengah bincang panjang. Di tengah tawa sederhana. Di tengah instrumen lagu pelan nan syahdu ditemani cahaya lampu kuning biru. Di tengah kata yang terucap diselingi harapan-harapan untuk tetap bisa bersama 10 20 30 tahun bahkan selamanya.
Janji rindu ingin temu ini, beri dia kekuatan. Bahwa hidup bukan untuk diratapi, sebab tiap-tiap badan punya lukanya sendiri.
Janji temu ini sungguh ia syukuri. Sebab luka lama itu perlahan bergerak mundur teratur yang ada hanya rasa syukur pada apa-apa yang sempat terlewat.
Tiba-tiba hujan turun.
Tapi dingin tak terasa sebab kehangatan tampak disekeliling mereka ^^


Komentar
Posting Komentar