Liburan Bareng MS yang Digilakkan
Medan, 8 Februari
2016
Assalamualaikum,
setelah sekian lama banyak kejadian yang nggak tertuangkan di blog ini mulai
dari foto studio kelas, kejadian pas UAS, dan banyak hal nggak menarik lainnya
(menurut pembaca). Tapi kali ini aku mau cerita tentang liburan yang rasanya sayang
kalau nggak diabadikan ke dalam blog. Liburan yang menggilakkan bersama satu
lingkaran liqo/mentoringku.
Dengan nama yang agak absurd sebenarnya, sebut saja
MS (Mujahadah Sholihah) tapi aku lebih sering menyebutnya LS (Lingkaran Setan)
atau LPS (Lingkaran Penangkal Setan). Apa pun namanya, aku lebih senang
nyebutnya MS (My Sisters). Ada 6 orang yang ikut liburan kali ini, Aku (Mila),
Dinda, Sovie, Intan, Ningsih, Wati (Umi) ditambah Ayah dan Emaknya Dinda.
Udah direncanakan
sejak lama sebenarnya, tapi baru kesampaian hari ini. Satu hari sebelum
berangkat, susah untuk ngajak salah satu anggota liqo, yaitu Umi Wati. Yaaaa
karena Umi orang yang paling sering PHP, jadi harus ada sedikit pemaksaan
disini. Sampai pada akhirnya Umi pun mau ikut setelah tau Dinda dan Ningsih
nangis. Sedih kaliyeee rencana yang udah dibuat dari jauh-jauh hari, hancur
gitu aja karena ke-PHP-an seorang Wati :P hihihi. Tapi Allah memudahkan dan
meridhoi Umi untuk ikut serta. Alhamdulillah yaaahhh.
Masalah yang satu selesai, masalah lainnya yang “mungkin” nggak bisa diselesaikan, datang. HUJAN. Bener aja, mulai malam sampe pagi hujan nggak berhenti. Jam 04.00 kami berangkat, masih hujan dan nggak ketulungan hujannya cuyyy. Mulai berangkat dari Medan sampai ke Perbaungan, kami pun berhenti di Mesjid untuk sholat Subuh. Hujan belum juga berhenti. Dalam hati sebenarnya sedih, kecewa bahkan takut kalau harus menghabiskan kesempatan bareng mereka di dalam mobil tanpa beraktivitas ke luar.
Singkatnya, kami
sampai di Tebing Tinggi jam 07.00 untuk sarapan. Kuasa Allah memang tak
terkira, tiba-tiba hujan berhenti dan matahari mulai kelihatan cerah. Alhamdulillah,
perjalanan pun berlanjut hingga sampai ke Kebun Teh Sidamanik.
Kira-kira seperti
inilah pemandangannya ^^
Alhamdulillah pada
saat itu cuaca yang tadinya mendung gelap bahkan hujan deras hingga berkabut,
berubah jadi cerah ^^
Setelah puas berfoto
sampai muak, kami mengubah jadwal perjalanan. Berhubung cuaca yang nggak mendukung, Air
Terjun Sidamanik pun kami hapus dari jadwal. Akhirnya kami bertolak ke Air
Terjun Sipiso-piso.
Tapi dalam perjalanan pemandangannya serasa nggak bisa dilewatkan. Ketemu bule Amerika pula :D
Lalu
ayahnya Dinda langsung tancap gas membawa kami ke Air Terjun Sipiso-piso untuk segera
sholat Zuhur dan makan siang. Perjalanan ke Sipiso-piso cukup jauh dari lokasi
ditambah lagi dengan cuaca yang labil, sejam mendung sejamnya lagi gerimis, sejam lagi cerah.
Sesampainya
di Air Terjun Sipiso-piso, kami langsung bergerak mencari mushola. Tapi
ternyata satu-satunya mushola yang ada
di tempat itu sudah tua dan nggak terpakai lagi entah karena alasan apa.
Kami pun menuju ke salah satu rumah makan yang menyediakan mushola.
Alhamdulillah, sekali lagi dipermudah oleh Allah. Sayangnya, di tempat wisata
seperti itu, nggak menyediakan tempat ibadah walau cuma mushola kecil
sekalipun.
Selesai sholat, perut kami nampaknya mulai protes untuk segera diisi. Dan inilah kami saat makan siang bersama:
Kata-kata
yang masih teringat sampai sekarang ini, “gilakkan aja weee!” saat semua lauk
dan nasi dicampur jadi satu disitu pulalah rasa kebersamaan dan kekompakan kami
bercampur pula. Tanpa diungkapkan, rasa sayang seperti teraduk di dalamnya.
Semoga kompak kita selalu >_<
Setelah selesai makan, saatnya untuk menggilakkan badan :D kami berniat untuk turun ke dasar Air Terjun Sipiso-piso.
Tapi
karena suatu alasan, Dinda dan Sovie nggak ikutan turun. Mereka berhenti di
tengah perjalanan. For your information, untuk
mencapai ke dasar air terjun memang harus menuruni 1000 anak tangga dan harus
melewatinya lagi untuk kembali ke atas. Jadi bisa dikatakan kita harus melewati
2000 anak tangga untuk satu kali perjalanan.
Tapi mereka semangat, ngebuat aku lebih semangat, tetap ketawa ketiwi mau gimana pun capeknya. Anak tangga yang tinggi-tinggi bahkan curam pun bisa terlewati, jalannya yang becek dan agak berlumpur karena hujan tadi pagi bisa terlewati juga. Bahkan lupa untuk minum, kecuali si Intan yang waktu itu lagi sakit gigi :p
Tapi mereka semangat, ngebuat aku lebih semangat, tetap ketawa ketiwi mau gimana pun capeknya. Anak tangga yang tinggi-tinggi bahkan curam pun bisa terlewati, jalannya yang becek dan agak berlumpur karena hujan tadi pagi bisa terlewati juga. Bahkan lupa untuk minum, kecuali si Intan yang waktu itu lagi sakit gigi :p
Alhamdulillah saudari-saudariku masih tetap istiqomah. Walaupun pakai gamis yang panjang tetap nggak menghalangi untuk ngelewati jalan yang ekstrem itu.
Terkadang digodai, diejeki, dan dilihati. Tapi kita mah cuek aja kaleee. Udah biasa atuh anggap aja nggak ada kejadian apa-apa :p
Tingginya
Masya Allah ><
Hampir pingsan rasanya untuk turun ke bawah, tapi semangat ’45 yang menggebu-gebu karena alasan pribadi di masa lalu *ehem jadi curhat -__-* akhirnya aku bisa sampaaaaiiiii di dasar air terjun ini!!! Hahahah Alhamdulillah ya Allah. Nggak nyesal rasanya. Begitu sampai, semua rasa capek bahkan kaki yang gemeteran nggak terasa lagi saking puasnya dengan pemandangan yang bikin speechless. Ditambah lagi dengan angin yang sejuk dan bulir-bulir air yang terpecik dari air terjun. Rasanyaaaaa….. senang puas bukan main :’)
Setelah
itu, kami beranjak dan kembali ke atas untuk sholat Ashar. Padahal sebenarnya
kami masih belum tega untuk pergi dari tempat itu. Tapi berhubung udara
bertambah dingin, belum sholat Ashar, dan hari mulai hujan kami harus kembali
melewati 1000 anak tangga……lagi.
Dari
atas sini pun kelihatan Danau Toba
Capeknyaaaa hahaha kaki pengkor (baca: sakit, pegal) rasanya. Belum lagi hati yang pengkor ngelihat orang pacaran sambil gandengan tangan. Di saat yang lainnya dikuatkan oleh pasangannya, kami menyemangati satu sama lain sambil geleng-geleng kepala “Astaghfirullah, jangan terpengaruh” wkwkwk :D Belum lagi godaan dari abang-abang iseng yang selalu bilang “Assalamualaikum…” pas kami lewat. What the hell, bang!!
Daaaaan
akhirnya sampailah kami ke tempat semula!!
Jam
17.00 kami berangkat ke Pemandian Air Panas Sidebu-debu. Setelah melewati jalan
yang sangaaaaat jauh, sampai-sampai untuk sholat Maghrib pun harus mencari-cari
mushola, akhirnya sampai ke Brastagi. Kami berhenti untuk makan malam. Lalu
berangkat lagi menuju Sidebu-debu.
Kira-kira
seperti inilah penampakannya. Uap dari belerang yang menutupi kami di foto ini,
bukan penampakan, loh yaaa!! :D
Jam
23.00 kami berangkat dari Sidebu-debu. Dan sampai di Medan sekitar jam 01.00
pagi.
Alhamdulillah hari ini adalah hari yang paliiiinggg menyenangkan dan memuaskan. Hampir 24 jam dihabiskan dengan saudari-saudariku tercinta, dengan mereka satu lingkaran liqoku. Pengalaman yang nggak bakal dilupain. Dimana pada awalnya ragu karena hujan yang deras sampai berkabut tebal. Bahkan orang tuaku bilang kalau satu harian ini kota Medan dilanda hujan lebat dari pagi sampai sore, hingga kami terkejut karena jalan pulang ke rumah kami tertutup karena banjir sepaha orang dewasa. Tapi dengan izin-Nya, kami bisa menikmati liburan ini, cuaca cerah tapi terkadang hujan gerimis dan berkabut tapi kembali cerah lagi.
Allah
memudahkan perjalanan kami, Alhamdulillah doa kami terkabul, sebelum berangkat
ternyata mereka juga sholat tahajjud memohon agar dimudahkan dan dilindungi
perjalanan kami hari ini bahkan ada yang sampe nangis :P (ehem, siapa tuuu? *colek Dinda)
Banyak pelajaran yang didapat hari ini. Bahwa Allah itu dekat, selalu mendengar doa hamba-Nya. Kami bisa menikmati pemandangan yang Masya Allah menjadi bukti kebesaran Allah yang ngebuat speechless nggak bisa ngomong. Beribu syukur kuucapkan untuk hari ini, karena perjalanan hari ini berjalan lancar tanpa halangan.
Makasih juga buat Oom dan Ibu (Ayah dan Emaknya Dinda) udah mau nemenin jalan-jalan satu harian. Udah nganterin kemanaaaa aja sampai ke tempat tujuan hingga pulang ke rumah dengan selamat. Btw, si Oom bawa mobilnya kayak pembalap F1 :D
Love you, MS. Jangan lupain hari ini ya. Satu harian kita bareng-bareng dimulai dari langit gelap sampai langit menjadi gelap lagi. Tetap jadi lingkaran yang kompak dan seru! Kapan-kapan kita gilakkan lagi, ya!!! Anna uhibbuka fillah ya ukhti >___<













Komentar
Posting Komentar