Negeri Suah yang Digilakkan
Hai! Hari ini tepatnya tanggal 20
Februari 2016 adalah hari yang bener-bener nggak bisa dilupain. Pasalnya, aku
dan sebagian anak kelas AB 5A kembali menggilakkan liburan di semester terakhir
kami yang tinggal seminggu lagi. Kali ini kami berencana untuk pergi ke Negeri
Suah yang terletak di Bandar Baru, Medan sambil bakar-bakar ikan disana. Negeri Suah itu bukan sebutan untuk sebuah negara melainkan untuk sungai dua suhu yang ada di Bandar Baru. Suah artinya rawa jadi negeri suah artinya negeri rawa. Mungkin karena lokasinya yang banyak rawa-rawa kaliyak?
Kami berangkat dengan angkot 18 (sudek) dengan rute Sunggal-Sri Gunting :D 10 orang (ciwik ciwik syantik: Aku, Katarina, Lusi, Afrina, Santi, Heni, Putri, Dinda, Umi Wati, dan Beby) naik angkot, sisanya Hamdi dan Rekki (cowok cowok pecinta cabe-cabean :p) naik motor pribadi
Jam 08.00 sebagian dari kami udah
berkumpul di tempat biasa –Stadion Mini USU. Tapi seperti biasa, jam 09.00
barulah semua anggota berkumpul padahal bapak supir udah datang dan nunggu.
Awalnya kami semangat karena kami pikir perjalanan kali ini bakal lebih seru
daripada sebelumnya karena orang-orangnya yang bertambah banyak. Tapi ternyata
nggak, justru berkurang dan hanya bertukar orang. Menjadi 12 orang aja. Padahal
sehari sebelum berangkat, kami udah berdiskusi sambil berdebat panjang lebar
akan pergi kemana dan berapa orang yang ikut. Yaaa mungkin teman-teman yang
lain memang nggak bisa karena urusan pribadi, urusan keluarga, urusan tetangga,
atau urusan berkeluarga. Kita harus memaklumi kesibukan orang, kan --walaupun
sebenarnya kesal juga karena susah kali untuk diajak kompak.
Kembali ke kami yang terlampau
semangat dengan liburan kali ini. Kekecewaan kami semakin bertambah-tambah
karena “si penunjuk jalan” a.k.a Rambe nggak bisa datang sebab neneknya sakit
–katanya. Tapi sama kayak liburan sebelumnya (ke Pantai Mangrove), hanya
bermodalkan nekat dan mendadak. Nekat karena nggak tahu jalan ke tempat tujuan,
mendadak karena peralatan untuk memanggang belum disiapkan, bahkan nasi, air
minum dan ikannya pun belum terbeli. Alhasil teman-teman yang jago nawar pergi
ke pasar dan beli ikan juga perlengkapan lainnya.
Jam 10.00 barulah kami fix
berangkat ke Negeri Suah.
Perjalanan dimulai. Kami yang
semangat ngobrol dan menggosip di jalan, tiba-tiba terhenti karena angkot yang
kami tumpangi mogok pas tanjakan di depan Hill Park. Khawatir, cemas, takut
bahkan lucu terlihat dari air muka mereka. Aku sempat mikir kalau kami harus
mendorong angkot itu. Tapi Alhamdulillah atas izin Allah angkot dapat hidup
kembali. Karena berhenti di depan Hill Park, kami berfoto. Walau hanya di
depannya aja. Mungkin udah ngebikin senang kali yeeee. “Kalau dimasukkin ke
instagram, ntar orang mikirnya kami jalan-jalan ke Hill Park. Padahal…. :D”
Kami juga kepikiran buat beli nasi di tempat ini, tapi alih-alih mau beli nasi.
Pak supir malah salah nurunin kami di tempat jualan BPK (Babi Panggang Karo) XD
sontak kami langsung ketawa-ketawa satu angkot.
Jalan ke Negeri Suah itu
bener-bener “mulus”, ya! Bisa dibilang kayak hutan-hutan gitu. Hutan kali pun!!
-____- kami yang nggak tahu arah jalan harus meraba-raba untuk sampai kesana.
Pas masuk ke jalan berkeloknya, entah kenapa rasanya kayak berada di dunia
lain. Kayak berpetualang ke dunia yang nggak biasa. Bahkan kami sempat berpikir
jalan itu nggak ada ujungnya. Tapi setiap beberapa kilometer ada perkampungan
di pelosoknya. Bayangin! Kami harus ngelewatin jalan yang tanjakan-turunan,
mulus-berlobang, bahkan kering-becek. Ada satu spot yang kalau kita lihat ke kanan-kiri, pemandangannya jurang.
Lagi-lagi perjalanan kami "semulus" jalan yang kami lewati. ada aja kejadian lucu disini. Pas laspal yang berlubang parah, tiba-tiba lingkar ban beakang angkot lepas dan menggelinding entah kemana. otomatis bannya langsung kempes dong hahaha XD “ini gara-gara Mila” katanya. Lagi-lagi yang disalahkan orang gendut -_- alhasil kami berhenti menunggu pak supir memperbaikinya.
semangat ya bapak supir :D
gak usah shock gitu kelessss :p
Selesai diperbaiki, kami
melanjutkan perjalanan. Sekali lagi, aku pikir Negeri Suah yang “katanya” keren
itu tinggal beberapa menit lagi tapi sekali lagi aku salah karena setengah
perjalanan pun belum kami lalui. Seorang teman mulai nggak semangat dan
khawatir karena jalanan yang ekstrem dan curam ditambah cuaca yang agak
mendung.
Singkatnya, kami udah sampai di
perkampungan dekat dengan tempat tujuan. Bener-bener luar biasa, barulah kami
bisa ngelihat pemandangan yang cantik! Sawah-sawah bertingkat (lupa apa
namanya) yang udah panen ditambah gunung yang membingkai dari jauh. Buat hati
adek tenang, bang. Rumah-rumah di daerah itu masih rumah panggung dengan bahan
kayu. Unik memang, sayangnya nggak aku dokumentasikan, ya!
Nggak lama setelah bertemu
perkampungan unik itu, kami sampai di tempat. Jujur, aku pikir perjalanan hanya
sekitar 2 jam. Tapi ternyata sampai memakan waktu 4 jam. Kami sampai di tempat
jam 14.00. “Sampai di tempat tujuan” yang kubayangkan adalah bisa langsung
nyebur ke sungai, foto-foto, bakar-bakar. Tapi salah lagi, kami harus jalan kaki ke
bawah ngelewati hutan rimba dengan jalan yang terjal dan licin sekitar 2 km
lagi
semangat kali di awal yaaa ^^
beginilah kira-kira situasi jalannya
jalan yang kami lewati ini bener-bener hutan rimba, suasananya gelap karena ditutupi pohon yang besar dan tinggi, jalannya juga becek dan kami juga ngelewati beberapa mata air disini aku ngerasa kayak di dunia Harvest Moon Back to Nature hihihi :D
terkadang kami juga harus ngelewati jalanan yang becek dan berlumpur bahkan nyebrangi titi dari batang pohon sangat sangaaattt back to nature ya!
Akhirnya, sampai deeehh!!! ^^ begitu sampai aku langsung takjub ngelihat pemandangannya yang buat speechless! Masya Allah!! Begitu kami sampai, suasananya jadi agak mendung tapi cerah lagi. Pohon-pohon mengepung sungai ini ditambah batu-batu yang bagus. Disini juga ada bukit, nih. Dari sini kelihatan jelas awan yang bergerak dan jalan menutupi bukit, agak seram sih.
Berbeda dengan liburan sebelumnya suasananya mencekam, suasana kali ini beda. Biarpun awan mendung dan jalanan seram ada jurang di kanan-kiri, rasanya berbeda. Nggak sehoror itu. Bener-bener nggak nyesallah pokoknya! Rasa capek, bosan, khawatir, takut di jalan semua itu hilang setelah ngedengar suara sungai dan ngeliat pemandangannya! Rasanya terbayar sudah!
Memang bener-bener keren, ya! Lihatlah air sungai ini. Ada dua suhu yang berbeda dalam satu aliran yang sama. Air belerang (air panas warna biru) berdampingan dengan air sungai biasa (dingin warna putih). Tapi kerennya, mereka bisa nggak saling bercampur. Ada batasannya loh! Jadi kaki kiri aku di air dingin dan kaki kanan aku di air panas, satu tubuh ngerasain dua suhu yang berbeda. Sensasinya oyyy! Hahahah XD Dan di perbatasannya airnya terasa hangat.
Bahkan batunya aja beda warna. Batu di air panas warna putih dan batu di air dingin warnanya bermacam karena batu sungai.
Nggak nyesal pokoknya datang ke tempat ini. Kuasa Allah SWT yang nggak terkira, ya. Kalau dipikir-pikir, Allah menciptakan sungai dua suhu ini untuk jadi pelajaran yang dalam juga untuk manusia agar lebih bersyukur dan lebih memaknai perbedaan dengan lebih bijak (ehem!! *ngebenerin kerah baju*)
Sekarang ini banyak orang yang nggak bisa menghargai perbedaan, jadinya jotos-jotosan karena berbeda agama, RAS, budaya, dsb padahal perbedaan itu indah kan, ya. Pemikiran mereka terlalu sempit. Lihat aja tu sungai, karena berbeda suhu dan warna makanya sungai itu jadi unik, indah, keren, menarik.
Begitu juga kita. Begitu juga kami yang datang ke tempat ini, berasal dari agama, RAS, budaya, sifat dan karakter yang berbeda. Ada yang semangat apalagi pas makan ikan bakar :D, ada yang khawatir bin cemasan karena perjalanan kurang mulus dan kepikiran orang tua, ada yang santai aja sambil lihat kanan kiri, ada yang diam-diam aja nggak bersuara, ada yang menjadi pencair suasana, ada juga yang ketawa-ketawa aja padahal dalam hatinya berdoa, dll. Tetap kami saling menghargai sesama. The best lah tuuu AB 5A!! :*
yang enak masaknya yaaa :p
Selanjutnya makan gedek (baca: makan besar)
Semua nasi, ikan, kerupuk, sambal dicampurkan jadi satu. Pokoknya semua makan dengan lahap dan digilakkan :D
dimana pun, kapan pun jangan pernah tinggalkan sholat. Jangan pernah lupakan Allah saat bersenang-senang sekali pun. Sholatlah dimana aja, ya walau beralaskan tanah beratapkan langit ;)
Setelah selesai makan, saatnya menggilakkan badan! Nyebur buat ngerasain air sungai ini! XD
main air yeeeeyyy
kira-kira beginilah pemandangannya, keren gak? ha? ha? :p
Arusnya deras, jadi tetap pegangan, ya! awas kebawa arus perasaan. *eh? :P
Puas bermain, kami menyudahinya mandi dan berganti baju di kamar mandi. Lagi-lagi unik (menurutku) air untuk mandinya berasal dari mata air yang mengalir menggunakan bambu. Jadi airnya nggak pernah mati, airnya dingin dan bersih mengalir terus sampe tumpeh-tumpeh :D Pengalaman baru buatku.
Jam 16.00 kami pulang. Lagi-lagi kami harus ngelewati jalan terjal nan curam itu. Tiba-tiba suasana jadi mencekam pas angkot kami ngebut dijalan menanjak. Satu hal yang aku takuti disitu, aku takut lingkar bannya copot lagi! XD bisa-bisa kami nggak pulang karena ban serep (baca: ban pengganti) udah dipake. Karena ragu angkotnya nggak bisa jalan, pak supir nyuruh sekitar 5 orang-orang yang kurus untuk turun dan sisanya yang gendut harus tetap di dalam mobil. Tapi karena ketakutan, semuanya turun dan memilih untuk jalan. Oooohhhh AB 5A!
Jam 16.00 kami pulang. Lagi-lagi kami harus ngelewati jalan terjal nan curam itu. Tiba-tiba suasana jadi mencekam pas angkot kami ngebut dijalan menanjak. Satu hal yang aku takuti disitu, aku takut lingkar bannya copot lagi! XD bisa-bisa kami nggak pulang karena ban serep (baca: ban pengganti) udah dipake. Karena ragu angkotnya nggak bisa jalan, pak supir nyuruh sekitar 5 orang-orang yang kurus untuk turun dan sisanya yang gendut harus tetap di dalam mobil. Tapi karena ketakutan, semuanya turun dan memilih untuk jalan. Oooohhhh AB 5A!
Lalu kami berhenti sejenak di sawah yang bertingkat ini. Btw, itu apa kok ada pintunya? Yaiyalah, wong ngambil fotonya dari atas angkot XD
Selesai sudah perjalanan kami
menaklukkan Negeri Suah. Jalannya yang menanjak dan menurun, terjal serta suram
mengiringi perjalanan kami kali ini. Keseruan, candaan, tawa yang menghiasi
hari ini pasti bakal terkenang di masa depan nanti bisa jadi saat penat karena
pekerjaan tiba-tiba teringat akan kejadian hari ini. Edisi berhenti di BPK, angkot
mogok, lingkar ban yang lepas, jalan yang kayak di dunia lain, makan gedek, pas
nikmati sungai dua rasa, ngelewati arus yang deras sambil berpegangan, ketawa
sambil becanda sampe puas hahaha pasti bakal terkenang :’)
Terima kasih buat bapak supir
yang udah ngantarin kami sampai ke tempat tujuan hingga pulang dengan selamat. Bapak
supir ini benar-benar baiklah, the best ah! Walaupun lingkar bannya lepas
karena jalannya jelek. Tapi bapak supir nggak mengomel. Makasih bapak :D
Terima kasih buat Hamdi dan Rekki
selaku “pengawal” kami. Kalau nggak ada kalian, nggak tahu lah lagi. Walaupun cuma
berdua, tapi bisa menjaga kami dengan baik. Kami nggak bisa nge-handle angkot yang mogok dan mundur. Tetap
mencairkan suasana padahal tahu hati teman kami khawatir, memang kalian the
best ah! Jadi terharu saya! Hiks hiksss :’)
Terima kasih buat kalian, 12
orang anggota AB 5A yang udah menyempatkan waktunya untuk mengukir kenangan
bersama di Negeri Suah ini (assekkk!).Awalnya kita pikir liburan ini nggak akan
seru karena orangnya yang sedikit. Tapi nyatanya di luar dugaan. Nggak apa-apa
deh sedikit orang tapi kompak. Terima kasih buat kenangan yang udah kita buat
hari ini. Kebersamaan dan kekompakan semoga tetap seperti ini. Jangan lupain
hari ini ya, weee. Puas kali lah pokoknya! Lebih puas dari liburan kita sebelumnya. Lebih digilakkan lagi. Semoga sukses dan lancar PKL, TA hingga wisudanya. Jangan lupain juga slogan AB 5A yaaa
“eeeee dah makan?” :D



























Komentar
Posting Komentar