Pantai Mangrove yang Digilakkan

Medan, 11 Februari 2016

Tiga hari setelah liburan bareng MS atau LS atau LPS atau apalah sebutannya, ku gilakkan lagi liburan kali ini bareng teman-teman sekelas. Aku dan beberapa teman sekelas pergi ke Pantai Mangrove di Perbaungan, Medan. Salah satu pantai yang memang masuk ke daftar “pengen kukunjungi”. Sebenarnya, rencana yang udah dibicarakan bahkan sebelum ujian, tapi tertunda karena satu hal. Keegoisan dan kesibukan masing-masing.

Untuk pergi ke pantai ini, perlu restu orang tua. Pasalnya, orang tuaku nggak ngijinin karena aku baru aja pergi di tanggal 8 kemarin, bahkan sisa-sisa capeknya masih kerasa sampe sekarang. Kaki ini susah diajak jalan, dari betis hingga paha sakit kalau digerakkan. Ditambah lagi kondisi cuaca yang lagi nggak bersahabat. Banjir dimana-mana.

Tapi karena cuaca yang kembali cerah dan taktik untuk meyakinkan Ayahku, maka aku pun diijinkan pergi dengan syarat sampai di rumah jam 3 sore. Tapi mamak nggak ngijinin hahahah. Mamak cemberut ngambek ala ala film India Uttaran, karena bandalnya aku, aku pun berangkat dengan kepercayaan diri yang penuh bahwa hari ini akan cerah dan aku akan pulang jam 3 sore.

Singkatnya, aku sampai di kampus jam 09.00, tepat di waktu dan tempat yang dijanjikan. Tapi ternyataaaaaaaaa dari 13 orang yang janji datang, hanya 4 orang yang terkumpul. Waktu terus berjalan, perencanaan sepertinya nggak bakal jelas. Tapi satu per satu orang pun berkumpul. Alhasil, sekitar jam 11 barulah sebagian anggota terkumpul. Sisanya? Masih di kasur kurasa.

Karena hati yang udah patah ditambah semangat yang mulai memudar, kami berniat untuk membatalkan rencana. Kata orang, pikiran akan terbuka kalau kita nongkrong sambil makan gorengan. Benar aja, setelah makan tahu isi, tempe goreng dan risol, kami dapat ide untuk merental mobil. Setelah percekcokan yang bermanfaat, kami pun menuju ke Stadion Mini USU untuk menunggu mobil tersebut juga beberapa teman lain yang belum datang.

Lagi-lagi waktu berjalan cepat tapi mobil yang kami tunggu datangnya sangat lambat. Alhasil mobil pun datang dan kami berangkat ke Pantai Mangrove pada jam 2. Aku mulai khawatir, cemas kalau-kalau orang tuaku menelpon. Nggak lama setelah kepikiran, ternyata benar, ayah nelpon. Ayah nanyai kabar apa aku udah sampe ke pantai itu atau belum. Karena aku anak yang berbakti pada orang tua (hahaha :P) maka aku jujur dengan bilang kalau kami baru aja berangkat. Jelas aja ayah marah, ngomel lewat telepon. Karena tadinya aku janji akan pulang jam 3 sore, tapi ternyata jam 2 aja baru berangkat.

Sewaktu berangkat, ini muka nggak bisa dibohongi lagi gimana nggak enaknya

Cerita ke cerita, aku mulai resah dan nggak enakan pengaruh ditelepon orang tua, ditambah lagi hari yang gelap karena mendung. Setitik demi setitik air hujan pun turun, mengiringi perjalanan nekat nan mendadak kami ini.

Untuk sampai ke pantai itu, kami melewati jalan yang kurang bagus karena nggak beraspal dan berbatu-batu. Tapi kalau dilihat ke kanan kiri, pemandangannya cukup bagus karena disuguhi sawah-sawah yang mulai menguning, sayangnya nggak aku dokumentasikan.

Begitu sampai, kami langsung disambut oleh beberapa orang. Katanya sih, untuk pembayaran tiket masuk. Satu orang dikenakan biaya Rp8.000,- ditambah lagi biaya parkir Rp15.000,-/mobil. Agak menyebalkan juga sih, karena biaya parkirnya yang kemahalan.

Tepat jam 16.00 kami sampai di tempat. Begitu sampai kami langsung menyerbu pantai tersebut. Suasana saat kami sampai di pantai itu agak horor. Karena harinya benar-benar gelap, berangin, dan pantainya sedang sepi. Kira-kira kayak Anime Jepang yang judulnya Another lah.

Yang aku suka dari pantai ini adalah jembatan bambunya yang disusun rapi kayak di film-film gitu.


jadi untuk sampai ke pantai, kita harus nyebrang ngelewati jembatan bambu ini.


lihat nggak, itu awannya gelap gulita horoorrrr!!

Satu lagi yang aku suka dari tempat ini, musholanya. Awalnya aku pikir nggak ada mushola di pantai ini, tapi ternyata salah. Musholanya dibuat seperti gubuk dari bambu dan dibawahnya air. Kira-kira beginilah penampakannya. Unik, kan?


Tempatnya cantik karena pasirnya putih dan banyak angin (seperti pantai pada umumnya :D) tapi namanya juga mangrove (bakau) jadi yaaa kebanyakan hutan bakau (yaiyalah!! XD)




aku.....gemuk T____T




ini fotonya pas lagi hujan deras ceritanya "ngelawan hujan" lah yaa :D


Tiba-tiba hujan turun deras sekaliiiiii ><
kabuuuuurrr!! hahaha

Benar-benar kayak di film Another, akhirnya kami mengungsi di pondok. Kehujanan, kebasahan, kedinginan.




itu udah kebasahan semua T___T

Kurasa inilah hukuman buatku ya karena nggak ngedengerin perkataan Mamak di rumah. Disitu juga aku langsung kepikiran “Pasti sekarang ini Mamak lagi marah di rumah, ngambek. Buktinya jam segini pun aku nggak ditelpon-telpon T____T huaaaaaaa”
Hujan turun dengan lebat selebat-lebatnya laut pun bersambut memberikan amukannya. Ombak diiringi angin yang kencang membawa hujan jadi tampak mengerikan. Awalnya kami menunggu hingga hujan reda, tapi alam tampaknya sedang nggak bersahabat malah mengenalkan petir kepada kami. Aaaaa liburan yang digilakkan!


Akhirnya kami memutuskan untuk menerobos hujan dan kembali ke mobil. Sekali lagi kami melewati jembatan bambu itu. Kali ini rasanya seperti syuting film Anaconda.

Hujan masih tetap turun dengan santainya, tapi terkadang sedikit mengamuk. Badan kebasahan dan kedinginan. Badan gemetar disko. Ditambah lagi perasaan cemas kalau-kalau begitu sampai di rumah langsung dicueki orang tua. Bukan hanya aku, beberapa teman lainnya juga cemas. Takut dimarahi dan yang paling mengenaskan adalah dicueki orang tuanya juga :D

Kira-kira jam 20.00 aku sampai ke rumah dengan selamat. Kirain orang tua bakal marah dan nunjukki wajah cuek, tapi ternyata malah diketawai dan diejeki "Hahahahah hujan, kan? Itulah kalo orang tua bilang jangan pigi ya jangan. Ngabisin waktu tenaga sama uang aja kan, begitu sampe langsung pulang. hahahah"

Alhamdulillah, yaaa. Ternyata cuma diejek. Itu lebih melegakan daripada dicueki dan didiami. Dan akhirnya teman-teman lainnya juga nggak dimarahi bahkan dicueki orang tuanya. Alhamdulillah hahah. Tapi aku bersyukur kejadian film Another dan Anaconda itu nggak jadi kenyataan hahahah XD

Benar-benar liburan yang nekat dan menggilakkan! Kali ini AB 5A memang benar digilakkan! Bagaimana pun juga, liburan nekat ini pasti bakal jadi kenangan buat kita walaupun nggak semua anggota AB 5A yang ikut serta. Love yaaa guys!! ^^


edisi ngelawan hujan yang digilakkan!

Komentar

Postingan Populer